POJOKNEWS.COM, Jakarta - Memasuki usia 1 sampai 3 tahun, kebutuhan nutrisi Si Kecil semakin kompleks seiring pesatnya tumbuh kembang di masa emasnya. Di fase inilah banyak Bunda mulai mempertimbangkan susu pertumbuhan sebagai pelengkap asupan harian, di samping makanan padat yang menjadi sumber gizi utama.
Namun, cara Bunda memilih susu kini berubah. Melalui ajakan Cek Komposisi oleh AceKid, tidak lagi sekadar tergiur klaim di depan kemasan, semakin banyak orang tua yang mulai membiasakan diri untuk memperhatikan dari mana bahan baku susu tersebut berasal. Salah satu tren yang mencuri perhatian adalah kehadiran susu berbahan dasar susu segar.
Kenapa Bunda Mulai Beralih ke Susu Segar?
Sebuah temuan dari Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 1.300 ibu menunjukkan fakta menarik. Sekitar 56 persen ibu mengaku pernah mengalami masalah saat mencoba susu formula untuk Si Kecil.
Dari mereka yang akhirnya berpindah merek, mayoritas menyebut masalah pencernaan sebagai alasan utamanya, yakni sebanyak 34 persen karena sembelit atau diare. Sisanya berpindah karena rekomendasi dokter maupun teman, serta faktor alergi.
Keluhan yang sering muncul pun cukup seragam, Bunda, mulai dari susu yang susah larut dan menggumpal, hingga anak yang menjadi sembelit atau mencret. Kondisi inilah yang mendorong para ibu mencari alternatif hingga menemukan produk yang membuat anak lebih susu cocok.
Beda Susu Segar dan Susu Bubuk Rekonstitusi
Sebelum memilih, penting bagi Bunda memahami bahwa tidak semua susu formula diproses dengan cara yang sama.
Sebagian besar produk di pasaran berbahan dasar susu bubuk rekonstitusi. Artinya, susu lebih dulu dikeringkan menjadi bubuk, disimpan, lalu diolah ulang menjadi susu formula. Proses yang panjang dan paparan panas berulang berisiko mengurangi sebagian nutrisi alaminya.
Sementara itu, susu berbasis natural whole milk atau susu segar diolah dengan pendekatan yang lebih ringkas. Dengan tahapan yang lebih singkat, struktur protein alami lebih terjaga sehingga diharapkan mendukung penyerapan lebih baik dan pencernaan nyaman pada anak.
Waspadai Maltodekstrin dan Gula Tersembunyi
Hal lain yang kini jadi perhatian Bunda adalah keberadaan bahan tambahan seperti maltodekstrin. Bahan ini merupakan rantai glukosa yang umum ditemukan pada susu formula karena berfungsi sebagai sumber karbohidrat sekaligus pengisi.
Sayangnya, maltodekstrin memiliki Indeks Glikemik yang tergolong tinggi. Bersama gula tersembunyi lain seperti sukrosa dan sirup jagung, konsumsi berlebih dikaitkan dengan risiko obesitas serta masalah gigi pada anak.
Itulah mengapa banyak orang tua kini lebih selektif dan mencari produk dengan komposisi yang lebih bersih, tanpa tambahan zat yang sebenarnya tidak dibutuhkan tubuh Si Kecil.
AceKid, Pilihan Susu Segar untuk Si Kecil
Menjawab kebutuhan tersebut, hadir AceKid yang diklaim sebagai produk pertama di Indonesia terbuat dari susu segar. Produk ini mengusung natural whole milk sebagai bahan baku utamanya dan diolah melalui metode one-step fresh.
Bahan bakunya berasal dari golden milk source dengan prinsip natural and fresh, yakni kawasan berlingkungan alami terjaga, tanah subur, sumber air bermineral alkali, serta rumput hijau berkualitas sebagai pakan sapi perah. AceKid juga menerapkan konsep traceable milk source, sehingga asal-usul susunya dapat ditelusuri dengan jelas.
Beberapa keunggulan yang ditawarkan AceKid antara lain:
Diposisikan sebagai susu tanpa maltodekstrin dan susu tanpa perisa sintetik
Tidak mengandung sukrosa maupun sirup jagung
Dilengkapi teknologi flash dissolution agar mudah larut tanpa menggumpal
Diklaim memenuhi standar mutu di atas ketentuan Uni Eropa, antara lain pada kadar protein dan kebersihan susunya
Pentingnya Memahami Komposisi Susu
Soal pentingnya membaca komposisi ini turut ditegaskan Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K).
"Dengan memahami komposisi secara lebih menyeluruh, orang tua dapat memilih produk nutrisi anak secara lebih tepat dan bertanggung jawab," ujarnya.
Menurut paparan ahli, bahan yang tercantum pada urutan pertama dalam daftar komposisi menunjukkan komponen terbesar dari sebuah produk. Karena itu, membiasakan diri melihat komposisi sebelum informasi nilai gizi menjadi langkah bijak bagi Bunda.
Tips Beralih ke Susu Baru
Jika Bunda ingin mengganti susu lama Si Kecil dengan produk baru, sebaiknya lakukan secara bertahap agar pencernaannya sempat beradaptasi.
Caranya, campurkan sedikit demi sedikit susu baru dengan susu lama selama beberapa hari. Tingkatkan porsinya perlahan sambil terus memperhatikan reaksi Si Kecil.
Untuk saat ini, produk AceKid sudah bisa Bunda dapatkan melalui berbagai kanal e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, serta jaringan toko offline di Pulau Jawa, Bali, dan Medan.
ASI Tetap yang Utama
Meski beragam pilihan susu segar kini tersedia, Bunda tetap perlu ingat bahwa Air Susu Ibu atau ASI adalah nutrisi terbaik bagi Si Kecil, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Susu formula diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti ASI.
Oleh sebab itu, sebelum menentukan produk untuk Si Kecil, sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan. Dengan begitu, pilihan nutrisi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang dan kondisi kesehatan anak.
